CONTOH MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS SMP/MTs YANG MEMILIKI PESERTA DIDIK DENGAN SOSIAL EKONOMI RENDAH


ABSTRAKSI
DAFTAR ISI

  1. BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
    2. Landasan
    3. Tujuan
    4. Ruang Lingkup
    5. Manfaat
  2. BAB II PENGEMBANGAN KONSEP
    1. Kerangka Teori
      1. Pengertian dan Konsep Kurikulum
      2. Komponen Kurikulum
      3. Konsep dan Karakteristik Sosial Ekonomi Rendah
    2. Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah
      1. Layanan Khusus bagi Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah
      2. Model Kurikulum Pendidikan Layanan Khusus SMP/MTs yang Memiliki Peserta Didik dengan Sosial Ekonomi Rendah
  3. BAB III METODOLOGI
    1. Waktu dan Tempat
    2. Cara Pengumpulan Data
    3. Teknik Analisis
    4. Hasil dan Pembahasan
  4. BAB IV PENUTUP
    1. Kesimpulan
    2. Saran/Rekomendasi
  5. LAMPIRAN
  6. DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
    1. Pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan nasional karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan: sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa pemerintah wajib mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum. Pendidikan menjadi landasan yang kuat untuk meraih kemajuan bangsa di masa depan dan untuk menghadapi era global yang sarat dengan persaingan antarbangsa. Untuk itu pemerintah berkewajiban memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan UUD 1945.
    2. Secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif masih sangat rendah. Berdasarkan Human Development Report 1999-2005 yang dikeluarkan BPS, pada tahun 2005 rata-rata HDI (Human Development Index) Indonesia 69,6%, rata-rata angka harapan hidup penduduk Indonesia 68,1%, rata-rata angka melek huruf dan lama sekolah masing-masing 90,9% dan 7,3 tahun, serta rata-rata pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebesar USD.619,9. Pada tahun 2005, HDI Daerah Khusus Ibukota (DKI) sebesar 76,1%, merupakan propinsi dengan HDI tertinggi di Indonesia dan Papua dengan HDI sebesar 62,1% merupakan propinsi dengan HDI terendah di Indonesia.
    3. Menurut data Susenas 2006, rata-rata penduduk yang terdaftar di sekolah dengan usia 13 – 15 tahun sebesar 84,08% dan usia 16 – 18 tahun sebesar 53,92%. Di sini terlihat jelas perbedaan yang cukup signifikan. Angka penduduk yang berdasarkan umur seharusnya terdaftar di SMP/MTs (13 – 15 tahun) dan yang terdaftar di SMA/MA/SMK/MAK (16 –18 tahun). Perbedaan ini antara lain disebabkan oleh keinginan untuk langsung bekerja bagi lulusan SMP/MTs.
    4. Di sini ada faktor opportunity cost yang perlu dipertimbangkan mengingat mereka yang telah menamatkan SMP/MTs pada umumnya berusia 15 tahun ke atas sehingga dorongan untuk memasuki lapangan kerja lebih awal cukup tinggi. Terlebih lagi bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan sosial ekonomi rendah. Agar dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, mereka lebih memilih bekerja dibanding melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah. Di samping itu, rendahnya dukungan orang tua kepada anaknya untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi masih menjadi kendala.

    Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk PDF
    Gambaran Selengkapnya Silahkan DOWNLOAD DISINI File Bentuk DOC

Doownload Juga Lampiran Di Bawah Ini
Lampiran Contoh KTSP SMP File Bentuk PDF
Lampiran Contoh KTSP SMP File Bentuk DOC

 

sumber: http://os2kangkung.blogspot.com

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s