Anak Berkebutuhan Khusus Harus Diperhatikan


pabk-4you. Menteri Pemberdayaan Perempuan Sedang Memeluk ABK
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Linda Amalia Sari Gumelar memeluk erat seorang
Anak Berkebutuhan Khusus di sela-sela acara
Bobo FairJakarta 2012

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak dengan gangguan kesehatan. istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Banyak kalangan yang belum menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan baik. Mereka (ABK) kadang-kadang dikucilkan, bahkan disembunyikan orangtuanya dengan berbagai alasan. Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juga sama sekali belum berpihak pada kepentingan anak berkebutuhan khusus. Maka Kementerian PP & PA tengah berupaya agar UU tersebut direvisi paling lambat tahun 2013.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan anak berkebutuhan khusus (ABK) harus diperhatikan minat dan bakatnya demi pertumbuhan yang normal. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dengan anak yang lainnya dan memiliki talenta yang baik guna meningkatkan prestasinya dan potensinya. Prestasi anak berkebutuhan khusus diantaranya dalam bidang olahraga, seni dan kebudayaan.

Anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dengan anak yang lainnya dan memiliki talenta yang baik guna meningkatkan prestasinya dan potensinya. Prestasi anak berkebutuhan khusus diantaranya dalam bidang olahraga, seni dan kebudayaan, ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat Membuka Bobo Fair di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (4/7/2012) Pagi.
Setiap manusia memiliki potensi, minat dan bakat yang harus dikembangkan dengan baik. Salah satunya adalah bagaimana menumbuh-kembangkan anak untuk hidup, dan berkembang dengan baik. Apabila hak anak dapat terpenuhi, maka akan membentuk anak Indonesia yang sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s