Pendidikan Profesi Guru Dimulai Februari 2013


Pendidikan Profesi Guru Dimulai Februari 2013

Ilustrasi guru (Foto:vionetblogspot.com)
Ia menjelaskan PPG itu ibarat pendidikan spesialis untuk calon guru seperti halnya dokter yang begitu lulus S1 wajib menjalani pendidikan spesialis untuk calon dokter (dokter muda).
guru,profesi
Jakarta, Aktual.co — Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Muchlas Samani menegaskan bahwa pendidikan profesi guru (PPG) untuk calon guru akan dimulai Februari 2013.

“Unesa mendapat tugas melaksanakan PPG untuk 241 calon guru, tapi seluruhnya ada 2.000-an guru untuk PPG angkatan pertama itu,” kata salah seorang pimpinan universitas pelaksana PPG itu   di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan PPG itu ibarat pendidikan spesialis untuk calon guru seperti halnya dokter yang begitu lulus S1 wajib menjalani pendidikan spesialis untuk calon dokter (dokter muda).
“Sejumlah profesi pun memberlakukan hal serupa, meski awalnya hanya pendidikan kedokteran, karena itu pendidikan keguruan juga harus melaksanakan, apalagi UU Guru dan Dosen sudah ada sejak 2005,” katanya.
Namun, katanya, PPG untuk calon guru sengaja tidak dilaksanakan pada tahun 2005, karena memberi kesempatan kepada para guru senior (non-PPG) menjalani proses sertifikasi.
“Kalau PPG langsung dilaksanakan, maka akan menimbulkan kecemburuan sosial, sebab para calon guru yang lulus PPG akan langsung dapat mengikuti sertifikasi, sehingga kesenjangan guru muda dan senior akan terjadi,” katanya.
Menurut dia, PPG itu juga mirip pendidikan profesi kedokteran yakni bukan lagi mengajarkan teori kependidikan, melainkan langsung praktik keguruan di lapangan dan langsung mendapatkan penilaian.
“Masa waktu PPG bagi calon guru pendidikan dasar (TK dan SD) adalah satu semester (enam bulan), sedangkan PPG bagi calon guru pendidikan menengah (SMP dan SMA atau sederajat) adalah dua semester (setahun),” katanya.
Ditanya tentang protes sejumlah mahasiswa keguruan, termasuk mahasiswa Unesa, terhadap PPG atau pendidikan profesi untuk calon guru itu, ia mengatakan hal itu merupakan kesalahpahaman.
“Itu bukan pendidikan tambahan untuk guru saja, tapi pendidikan tambahan juga berlaku untuk semuanya, bahkan pendidikan kedokteran sudah lebih awal. Misalnya, psikolog sekarang juga tidak bisa langsung berprofesi itu setelah lulus S1, tapi harus melalui pendidikan profesi semacam PPG,” katanya.
Selain itu, kesalahpahaman itu berkaitan dengan materi pendidikan yang bukan lagi teori seperti yang sudah dialami selama studi S1, melainkan PPG merupakan penilaian atas praktik lapangan dalam hal keguruan/kependidikan.
Ia menambahkan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di seluruh Jatim akan diselenggarakan di delapan perguruan tinggi di Jatim yang tersebar di Surabaya, Malang, Jember, Kediri, hingga Madiun.
Selain Unesa, kampus atau lembaga pencetak tenaga pendidik dan kependidikan (LPTK) yang ditunjuk sebagai pelaksana PPG, di antaranya Universitas Adibuana PGRI Surabaya, Universitas Negeri Malang (UM), Unej, Unisma, Unmuh Malang, Universitas PGRI Kediri, dan IKIP PGRI Madiun.
“Unesa akan melayani PPG calon guru untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang. UM akan melayani calon guru PPG dari Malang, Pasuruan, Blitar, dan sekitarnya. Begitu juga kampus-kampus lain,” katanya.

(Ant)

Epung Saepudin –
Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s